Minggu, 01 Februari 2015

MAKALAH SISTEM TANAM PAKSA DAN DAMPAKNYA


MAKALAH
SISTEM TANAM PAKSA DAN DAMPAKNYA



DISUSUN OLEH:
1.   AMAR FADILA SIDIQ
2.   DWIKI VIERGOESTA R
3.   EZA DHEA ZAHRA
4.   GEMMA MICHELIA J
5.   YOGA PANGESTU

KELAS: XI IPA 3


SMAN 1 BANDAR SRIBHAWONO
TAHUN PELAJARAN 2014/2015




KATA PENGANTAR

            Puja dan puji syukur senantiasa kami haturkan selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa dan maha kuasa yang telah memeberikan kami kesempatan dalam menyusun dan menulis makalah tentang “TANAM PAKSA DALAM PENJAJAHAN BELANDA”.
            Makalah ini sengaja kami susun secara terperinci dan kami jelaskan secara terurai dan mengarah serta sesuai dengan kenyataan dan mendalam, mengacu dan mengaitkan pada sumber sumber pada tanam paksa di indonesia khususnya yang terdapat pada pulau sumatra.
            Pada setiap materi yang kami susun dan yang kami bentuk dengan di lengkapi penjelasan penjelasan secara terperinci dan mendetail serta pemberian info kita bersama agar dapat lebih di mengerti dan di pahami oleh seluruh pembaca makalah ini.
            Kami sebagai penyusun dan penulis makalah ini sangat mengharapkan agar kiranya makalah ini dapat membantu para pembaca untuk lebih di mengerti tentang masalah tanam paksa pada zaman penjajahan belanda khususnya yang terdapat pada pulau sumatra.
            Kami sebagai penyusun dan penulis makalah ini taidak membutuhkan pujian, hinaan ataupun sanjungan dari para pembaca tetapi kami sangat mengharapkan  kritik,saran,serta opini anda sekalian yang bersifat membangun yang pastinya dapat anda salurkan kepada kami baik secara komunikasi ataupun tatap muka langsung, agar apabila kami berkesempatan pada edisi penyusun berikutnya dapat mencapai sesuai yang anda maksudkan dan mencapai hasil yang maksimal dan memuaskan. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.



                                                                                                            PENULIS



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................1
DAFTAR ISI........................................................2
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELKANG...............................................3
1.2  RUMUSAN MASALAH.......................................3
1.3  TUJUAN PENULISAN.........................................3
1.4  METODE PENULISAN........................................3
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SISTEM TANAM PAKSA...............4
            2.2 JENIS TANAMAN YANG DIWAJIBKAN...............5
            2.3 PERATURAN SISTEM TANAM PAKSA................5
            2.4  DAMPAK TANAM PAKSA.................................6
BAB 3 PENUTUP
            3.1 KESIMPULAN...................................................7
            3.2 SARAN-SARAN................................................7
            3.3 LAMPIRAN......................................................7








BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG TANAM PAKSA
Sejak awal abad ke-19, pemerintah belanda mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai peperangan, baikdi negri belanda sendiri (pemberontakan belgia) maupun di indonesia (terutama perlawanan di ponogoro) sehingga negri belanda harus menanggung hutang yang sangat besar.
Untuk menyelamatkan negri belanda dari bahaya kebrangkutan maka johanes van den bosch di angkat sebagai gubernur jendral di indonesia dengan tugas pokok menggali dana semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan kas negara, membayar hutang, dan membiayai perang.
Untuk melaksanakan tugas yang sangat berat itu, van den bosch memutuskan kebijaksanaannya pada peningkatan produksi tanaman ekspor. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan ialah mengerahkan tenaga rakyat jajahan untuk melakukan penanaman tanaman yang hasil hasilnya dapat laku di pasaran dunia secara paksa.
1.2         rumusan masalah
1.      Apakah tujuan sistem tanam paksa?
2.      Apakah jenis tanaman yang di wajibkan dalam tanam paksa?
3.      Bagaimana peraturan tanam paksa?
4.      Bagaimana praktek tanam paksa dilapangan?
5.      Apa dampak tanam paksa?
1.3         tujuan penulisan
1.      untuk mengetahui tujuan tanam paksa
2.      untuk mengetahui jenis tanaman yang di wajibkan dalam tanam paksa
3.      untuk mengetahui peraturan tanam paksa
4.      untuk mengetahui praktek tanam paksa
5.       untuk mengetahui dampak tanam paksa

1.4         metode penulisan
study pustaka




BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SISTEM TANAM PAKSA
1.     PENGERTIAN SISTEM
          Sistem berasal dari bahasa latin (systema) dan bahasa yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang di hubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi atau energi untukmencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu setentitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa di buat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian bagian yang saling berhubungan yang berbeda dalam suatu wilayah serta memiliki item item penggerak.

A.      Pengertian sistem menurut Davis G.B
   Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen elemen yang beroprasi bersama sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
B.      Pengertian sistem menurut harijono djojodihardjo
   Suatu sistem adalah suatu objek yang mencakup hubungan fungsional antara tiap tiap objek dan hubungan antara ciri tiap objek, dan yang secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan secara fungsional.
C.      Pengertian sistem menurut lani sidharta
    Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.    

1.  PENGERTIAN TANAM PAKSA
Peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jendral Johannes Van Den Bosch pada tahun 1830 yang mewajibkan setiap desa menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk di tanami komoditi ekspor, khususnya kopi, tebu, dan tarum (nila).hasil  tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah di pastikan dan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial.







Kesimpualan :berdasarkan pengertian diatas  dapat disimpulkan bahwa sistem ranam paksa adalah suatu kesatuan yang terdiri atas kemponen yang dihubungkan untuk mewajibkan setiap desa dengan menyisihkan sebagian tanahnya untuk ditanami komuditi ekspor khususnya koppi,tebu, dan nila.

    2.2. JENIS TANAMAN YANG DIWAJIBKAN
        Tanaman yang di wajibkan itu dibagi menjadi 2 kategori :
1.      Tanaman tahunan, contohnya : tebu, nila dan tembakau.
2.      Tnaman keras, contohnya : kopi, teh,lada, kina dan kayu manis.

2.3.   PERATURAN SITEM TANAM PAKSA.
1.      Setiap penduduk diwajibkan menyerahkan sebagian tanahnya.
2.      Tanah tersebut bebas pajak, karena hasil tanaman dianggap sebagai pajak.
3.      Bagi penduduk yang tidak mempunyai tanah dapt menggantinya dengan bekerja di perkebunan, atau pabrik selama 66 hari, seperlima tahun.
4.      Waktu untuk mengerjakan tanaman tidak boleh melebihi waktu tanaman padi atau kurang lebih 3 bulan.
5.      Jika terdapat kelebihan hasil, maka akan dikembalikan kepada penduduk. Bukan akibat kesalahan petani.
6.      Pelaksanaan tanaman paksa diserahkan sepenuhnya kepada kepala desa.
2.4.   PRAKTEK TANAM PAKSA DILAPANGAN.
      Pelaksanaan sitem  tnam paksa harus menggunakan organisasi desa. Oleh karena itu, diperlukan faktor penggerak, yakni lembaga organisasi dan tradisi desa. Berkaitan dengan itu pengerahan tenaga kerja melalui kegiatan sambatan, gotong royong maupun gugur gunung, merupakan usaha yang tepat untuk di laksanakan. Dalam hal ini peran kepala dasa sangat sentral. Kepala desa sebagai kepala penggerak petani, juga penghubung dengan atasan atau pejabat pemerintah. Oleh karena posisi yang begitu penting maka kepala desa tetap berada dibawah pengaruh dan pengawasan pamong praja.






2.5.   DAMPAK DARI TANAM PAKSA
1.    DAMPAK POSITIF
A.      Belanda menyuruh rakyat untuk menanam tanaman dagang yang bernilai jual untuk di ekspor  Belanda. Dengan ini rakyat mulai mengenal tanaman ekspor seperti kopi, tebu, nila dan lada.
B.      Diperkenalkannya mata uang secara besar-besaran sampai lapisan terbawah lapisan masyarakat jawa.
C.      Perluasan jaringan jalan raya. Meskipun tujuanya bukan untuk menaikan taraf hidup masyarakat bangsa Indonesia melainkan guna untuk kepantingan pemerintah belanda sendiri, tetapi hal ini menciptakan kegiatan ekonomi baru orang jawa dan memungkinkan pergerakan penduduk desa masuk ke dalam berabagai kegiatan yang berkaitan dengan uang.
D.     Berkembangnya industrialisasi di pedesaan.

2.   DAMPAK NEGATIF
A.      Meluasnya bentuk milik tanah bersama (komunal) tujuanya mempermudah menetapkan target yang harus dicapai oleh masing-masing desa sebagai satu kesuluruhan. Hal ini berarti kepastian hukum individu telah lepas.
B.      Meluasnya kekuasaan bupati dan kepala desa yang digunakan pemerintah Belanda sebagai alat organisir masyarakat. Menimbulkan banyak penyelewengan salah satunya dari culturprocenten
C.      Tanah-tanah pertanian yang harus dijadikan untuk tanaman dagang sering melebihi seperlima dari seluruh tanah pertanian desa.
D.     Desintregrasi struktur sosial masyarakat desa.









BAB 3
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
            Jadi, kesimpulannya, sistem tanam paksa adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komonen yang dihubungkan untuk mewajibkan setiap desa dan menyisihkan tanah tersebut tidak di kenakan pajak, karena hasil tanaman sudah merupakan pajak. Yang harus diserahkan oleh para petani Indonesia kepada pemerintah Belanda. Penduduk Indonesia yang tidak memiliki tanah sebagai gantinya harus bekerja di perkebunan. Untuk menanami tanah dan mengolah semua hasil perkebunan.


3.2. SARAN-SARAN
            Kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca mengenai makalah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar